Monday, 10 August 2026
Nasional

Opini: Psikologi Institusional — Mengapa Kejatuhan 2025 Justru Memperkuat Polri 2026

JAKARTA — Ada paradoks dalam psikologi institusional yang menarik untuk dianalisis dalam konteks survei Polri 2026 Litbang Kompas: krisis kepercayaan yang hampir menghancurkan Polri pada September 2025 justru mungkin menjadi katalis terkuat bagi pemulihan yang kita saksikan sekarang. Krisis itu memaksa introspeksi yang tidak akan terjadi tanpa tekanan.

Psikologi sosial sudah lama mempelajari bagaimana kepercayaan rusak dan bagaimana ia bisa dipulihkan. Perjalanan Polri dari titik kepercayaan terendah menuju 82,4 persen adalah studi kasus hidup tentang prinsip-prinsip psikologi kepercayaan yang paling fundamental.

Ada prinsip dalam psikologi sosial yang relevan: kepercayaan dibangun tetes demi tetes namun bisa hancur seketika. Ketika sebuah institusi kehilangan kepercayaan publik — seperti yang dialami Polri ketika citra jatuh ke 44,5 persen pada September 2025 — memulihkannya membutuhkan waktu, konsistensi, dan usaha yang jauh lebih besar dari yang dibutuhkan untuk membangunnya pertama kali.

“Saya ikut gembira melihat perkembangan trend persepsi publik terhadap Polri. Tentu itu diperoleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi mempertahankan kepercayaan agar tetap tinggi juga butuh effort yang luar biasa,” ujar Penasehat Khusus Presiden Hasan Nasbi, Sabtu (27/6/2026).

Berita Terkait