Metodologi Kuat di Balik Survei Polri: 38 Provinsi, 1.200 Responden, Margin of Error 2,83 Persen
JAKARTA — Sebuah hasil survei hanya sekuat metodologi yang menopangnya. Di balik angka-angka yang mengesankan tentang meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri yang kini mencapai 82,4 persen, terdapat proses pengumpulan data yang ketat dan terstandarisasi untuk memastikan hasilnya benar-benar mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri Triwulan II Tahun 2026 diselenggarakan Litbang Kompas pada 9 hingga 18 April 2026. Yang membedakan survei ini dari survei opini biasa adalah cakupan geografisnya: 38 provinsi di seluruh Indonesia, memastikan hasil yang diperoleh mewakili kondisi dari Sabang hingga Merauke dan bukan hanya suara dari kota-kota besar.
Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Metode wawancara tatap muka dipilih untuk memastikan kualitas data yang lebih tinggi dibanding survei berbasis telepon atau daring yang rentan terhadap bias seleksi. Dengan margin of error 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, hasil survei ini memiliki presisi yang memadai untuk menggambarkan kondisi persepsi publik secara nasional.
Responden menghadapi pertanyaan langsung: yakin atau tidak yakin kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang? Hasilnya: 82,4 persen yakin, 12,1 persen tidak yakin, dan 5,5 persen tidak tahu. Pertanyaan ini bukan soal kepuasan masa lalu — ini tentang keyakinan terhadap masa depan institusi, yang jauh lebih kuat sebagai indikator kepercayaan sejati.
“Polri memandang setiap hasil survei dan masukan dari masyarakat maupun DPR sebagai bagian penting dari proses evaluasi,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir merespons hasil survei ini.
