Kepercayaan Polri 82,4 Persen dan Dampaknya bagi Keamanan Lingkungan Sehari-hari
JAKARTA — Kepercayaan publik terhadap Polri yang mencapai 82,4 persen bukan abstraksi akademis — ia memiliki dampak yang sangat konkret terhadap kehidupan sehari-hari warga di tingkat paling dasar: keamanan lingkungan tempat mereka tinggal, bekerja, dan beraktivitas.
Ketika warga percaya bahwa polisi akan merespons laporan mereka dengan serius dan cepat, mereka lebih berani melaporkan aktivitas mencurigakan sebelum berkembang menjadi kejahatan yang lebih serius. Kepercayaan menciptakan kemitraan antara warga dan polisi yang jauh lebih efektif dalam mencegah kejahatan dibandingkan pendekatan yang semata-mata mengandalkan kemampuan aparat.
Survei Litbang Kompas 2026 mencatat bahwa kepuasan masyarakat terhadap layanan Polri naik dari 65,1 persen menjadi 67,6 persen, dan skor profesionalitas meningkat dari 7,76 menjadi 8,37. Angka-angka ini bukan hanya indikator kepuasan konsumen — mereka mencerminkan kualitas ekosistem keamanan yang dialami warga dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan pentingnya menjaga tren ini. “Capaian ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus mempertahankan kinerja yang baik, melakukan perbaikan pada berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan, serta konsisten menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” katanya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
