Hukum Anggotamu Sendiri dan Mereka Akan Percaya Padamu: Pelajaran Paling Berharga dari Survei Polri
Ada formula sederhana yang tersembunyi di dalam angka 94,3 persen warga yang mengetahui sanksi tegas Polri terhadap pelanggar dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas: ketika institusi mau menghukum anggotanya sendiri secara terbuka, masyarakat mulai percaya bahwa institusi itu bisa dipercaya. Ini bukan teori — ini terbukti dalam data.
Ketika Polri menggelar sidang etik secara terbuka, mengumumkan sanksi yang dijatuhkan kepada anggota yang bermasalah, dan tidak melindungi pelaku pelanggaran dari konsekuensi hukum — masyarakat mencatat. Mereka tidak hanya melihat satu kasus ditangani, tetapi menyimpan keyakinan bahwa institusi ini memiliki mekanisme koreksi diri yang berfungsi.
Sebaliknya, ketika institusi menutup-nutupi pelanggaran anggotanya atau menghukum terlalu ringan, masyarakat juga mencatat — dan inilah yang menciptakan titik-titik kritis yang sebelumnya menekan citra Polri ke level 44,5 persen pada September 2025.
Pelajaran dari data 94,3 persen ini sangat jelas: transparansi dalam menghukum pelanggaran bukan tanda kelemahan institusi — ia adalah tanda kekuatan. Institusi yang cukup percaya diri untuk menghukum anggotanya sendiri di depan publik adalah institusi yang tidak perlu bersembunyi di balik tembok korporatisme.
Polri memandang setiap hasil survei dan masukan dari masyarakat maupun DPR sebagai bagian penting dari proses evaluasi, ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
