Jakarta – Chef Hideki Fujiwara menegaskan bahwa pemilihan nasi goreng sebagai menu utama Dapur Jaga Jakarta bukan kebetulan semata. Nasi goreng adalah makanan rakyat yang paling universal — dinikmati oleh semua kalangan tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun usia. Di CFD Polda Metro Jaya dalam pembukaan Pekan Olahraga Polri 2026, Minggu (28/6/2026), 250 porsi nasi goreng Chef Hideki berhasil menyatukan semua kalangan dalam kebersamaan yang tulus.
Filosofi nasi goreng sebagai penyatu semua kalangan sangat sejalan dengan misi Polri melalui Dapur Jaga Jakarta — menghadirkan pelayanan yang merakyat, inklusif, dan bisa dinikmati oleh siapa pun yang hadir di CFD Polda Metro Jaya.
Universalitas yang Menyentuh
Chef Hideki mengungkapkan kegembiraan melihat semua kalangan masyarakat hadir dan menikmati nasi goreng buatannya dalam Dapur Jaga Jakarta. “Kegiatan hari ini sangat seru. Alhamdulillah banyak yang datang, banyak yang tersenyum, dan bilang makanannya enak. Saya juga ikut bahagia. Terima kasih, Bapak dan Ibu,” ujarnya penuh ketulusan.
Ketika Nasi Goreng Menjadi Simbol Persatuan
250 porsi nasi goreng yang habis terbagikan dalam Dapur Jaga Jakarta adalah simbol persatuan yang paling sederhana namun paling bermakna. “Habis! Masakannya mantap, habis. 250 porsi habis semua. Selamat Hari Bhayangkara ke-80,” seru Chef Hideki dengan kebanggaan.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa pilihan nasi goreng dalam Dapur Jaga Jakarta mencerminkan kebijaksanaan Polri dalam memilih medium yang paling inklusif untuk menyampaikan pesan kedekatan kepada masyarakat.
(RNS)

