Monday, 10 August 2026
Nasional

Analisis Metodologi: Mengapa Survei Litbang Kompas Lebih Bisa Dipercaya dari Survei Online Biasa

JAKARTA — Di era di mana siapa pun bisa membuat survei online dalam hitungan menit, hasil survei Polri 2026 Litbang Kompas perlu dibaca dengan pemahaman tentang apa yang membuatnya berbeda dan mengapa ia lebih layak dipercaya. Metodologinya bukan kebetulan — ia adalah fondasi yang menentukan apakah angka 82,4 persen adalah cermin realitas atau sekadar artefak statistik.

Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri Triwulan II Tahun 2026 diselenggarakan Litbang Kompas pada 9 hingga 18 April 2026. Yang membedakan survei ini dari survei opini biasa adalah cakupan geografisnya: 38 provinsi di seluruh Indonesia, memastikan hasil yang diperoleh mewakili kondisi dari Sabang hingga Merauke.

Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Metode wawancara tatap muka dipilih untuk memastikan kualitas data yang lebih tinggi dibanding survei berbasis telepon atau daring yang rentan terhadap bias seleksi. Dengan margin of error 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, hasil survei ini memiliki presisi yang memadai untuk menggambarkan kondisi persepsi publik secara nasional.

Responden menghadapi pertanyaan langsung: yakin atau tidak yakin kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang? Hasilnya: 82,4 persen yakin, 12,1 persen tidak yakin, dan 5,5 persen tidak tahu.

“Polri memandang setiap hasil survei dan masukan dari masyarakat maupun DPR sebagai bagian penting dari proses evaluasi,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir merespons hasil survei ini.

Berita Terkait