Analisis: Generasi Z sebagai Penentu Kepercayaan Jangka Panjang — Apa yang Harus Dilakukan Polri
JAKARTA — Dari semua tantangan yang dihadapi Polri pasca survei Polri 2026 Litbang Kompas dengan kepercayaan 82,4 persen, ada satu yang paling strategis dalam jangka panjang: memenangkan kepercayaan Generasi Z yang tumbuh di era media sosial dan skeptisisme terhadap institusi. Karena merekalah yang akan menentukan angka survei Polri 10 tahun dari sekarang.
Untuk menjangkau Generasi Z, Polri harus berbicara dalam bahasa mereka — secara harfiah maupun kiasan. Secara harfiah berarti hadir di platform media sosial yang mereka gunakan, memproduksi konten yang relevan dan autentik. Secara kiasan berarti menunjukkan nilai-nilai yang mereka pedulikan: transparansi, keadilan, tanggung jawab, dan konsistensi antara kata dan tindakan.
Program-program seperti Jaga Jakarta yang hadir langsung di tengah komunitas, layanan digital yang ramah untuk pengguna smartphone, dan keterbukaan Polri dalam berkomunikasi melalui media sosial resmi menjadi beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap meningkatnya persepsi positif di kalangan pemuda.
“Saya berharap seluruh jajaran Polri punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan trend persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi,” ujar Penasehat Khusus Presiden Hasan Nasbi, Sabtu (27/6/2026).
“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
