Opini: Grafik Citra Polri Tiga Tahun Ini Mengajarkan Satu Hal — Kepercayaan Itu Rapuh
JAKARTA — Jika ada satu pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan citra Polri yang didokumentasikan oleh serangkaian survei Litbang Kompas — dari 73,1 persen, terjun ke 44,5 persen, kembali ke 71,5 persen — pelajaran itu bukan tentang kebangkitan. Pelajaran terpentingnya adalah tentang kerapuhan: kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun bisa hancur dalam waktu yang jauh lebih singkat, dan survei Polri 2026 Litbang Kompas memberikan bukti nyatanya.
Pada Juni 2024, citra Polri berada di posisi yang cukup baik: 73,1 persen. Namun kemudian serangkaian peristiwa yang mencoreng citra kepolisian mulai menekan angka ini. Pada April 2025, citra turun ke 53,4 persen. Pada Juli 2025, sedikit membaik ke 58,0 persen. Kemudian mencapai titik nadir pada September 2025: hanya 44,5 persen — terendah sejak 2015.
Polri kemudian melakukan perbaikan sistematis dalam tiga tugas pokok dan fungsinya: memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. Hasilnya terlihat dalam survei terbaru — citra melonjak kembali ke 71,5 persen.
“Pada dasarnya, nuansa yang muncul dari temuan survei ini mencerminkan bahwa peran Polri cukup penting di masyarakat. Tidak hanya melalui perbaikan implementasi tugas pokok dan fungsinya semata, tetapi juga dari keyakinan yang muncul dari responden bahwa lembaga ini bisa semakin baik ke depan,” dikutip dari Kompas.id, Jumat (26/6/2026).
“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
