Monday, 10 August 2026
Nasional

Analisis: Program Presisi Polri Diuji Data — Hasilnya Melebihi yang Dijanjikan

JAKARTA — Setiap program pemerintah menghadapi ujian yang sama: apakah janji yang dibuat di atas kertas bisa diverifikasi oleh data nyata? Program Polri Presisi kini memiliki jawabannya dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas — dan hasil verifikasi itu melebihi apa yang bahkan para pendukung program paling optimis pun berani prediksi ketika ia pertama diluncurkan.

Program Presisi — akronim dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan — dirancang untuk mengubah pendekatan kepolisian dari reaktif menjadi proaktif, dari berjarak menjadi dekat dengan warga, dan dari tertutup menjadi transparan. Tiga pilar inilah yang kini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat dalam interaksi nyata mereka dengan institusi kepolisian.

Analis kebijakan publik Nasky Putra Tandjung secara tegas menyatakan bahwa visi Presisi bukan sekadar dokumen perencanaan. “Visi Polri Presisi dan Polri untuk Masyarakat yang diusung Kapolri bukan sekadar jargon, tetapi benar-benar diwujudkan melalui reformasi internal serta arah transformasi dalam peningkatan pelayanan publik yang nyata,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Bukti-buktinya terukur: skor profesionalitas naik dari 7,76 menjadi 8,37, citra positif melonjak dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen, kepuasan layanan naik dari 65,1 persen menjadi 67,6 persen, dan 80 persen warga menyatakan fasilitas kantor polisi sudah nyaman.

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait