Thursday, 24 September 2026
Nasional

Polwan Polda Metro Jaya Perkuat Peran Negosiator Humanis di Lapangan

Polwan Polda Metro Jaya Perkuat Peran Negosiator Humanis di Lapangan

JAKARTA — Polda Metro Jaya memperkuat peran Polwan sebagai negosiator dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Operasional Polwan Polda Metro Jaya dan jajaran di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Selasa (22/9/2026).

Pelatihan dibuka Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono. Ia mengatakan, kemampuan personel perlu terus dikembangkan seiring perubahan situasi keamanan dan tantangan tugas kepolisian.

“Pelatihan ini merupakan investasi untuk meningkatkan kemampuan Polwan. Dunia terus berkembang, begitu juga dengan tantangan tugas kepolisian. Karena itu, kemampuan harus terus diasah agar pelaksanaan tugas semakin baik,” ujarnya.

Materi yang diberikan meliputi negosiasi, komunikasi persuasif, bela diri, tindakan kepolisian, serta keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kemampuan negosiasi tidak hanya dipersiapkan untuk pengamanan unjuk rasa, tetapi juga menghadapi konflik di tengah masyarakat dengan mengedepankan komunikasi yang persuasif dan humanis.

Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Rita Wulandari Wibowo mengatakan, kemampuan tersebut turut mendukung pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan kelompok rentan.

“Polwan diharapkan memiliki kemampuan yang tangguh secara fisik dan mental, mampu berkomunikasi secara persuasif, cepat mengambil keputusan, serta tetap humanis dalam setiap tindakan kepolisian,” jelasnya.

Pelatihan diikuti personel Polwan Polda Metro Jaya dan jajaran melalui penyampaian materi, simulasi, praktik, serta tanya jawab.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kemampuan komunikasi dan negosiasi menjadi bekal penting bagi Polwan saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Kompetensi yang terus diasah menjadi bekal penting agar personel mampu menghadapi berbagai situasi di lapangan dengan profesional, komunikatif, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” pungkasnya.

Berita Terkait