Monday, 10 August 2026
Nasional

Psikologi Kepercayaan Publik: Mengapa Sekali Rusak Susah Dipulihkan dan Apa yang Membuat Polri Berhasil

JAKARTA — Ada prinsip dalam psikologi sosial yang relevan dengan perjalanan kepercayaan publik Polri: kepercayaan dibangun tetes demi tetes namun bisa hancur seketika. Ketika sebuah institusi kehilangan kepercayaan publik — seperti yang dialami Polri ketika citra jatuh ke 44,5 persen pada September 2025 — memulihkannya membutuhkan waktu, konsistensi, dan usaha yang jauh lebih besar dari yang dibutuhkan untuk membangunnya pertama kali.

Inilah yang membuat capaian Polri dalam Survei Litbang Kompas 2026 dengan kepercayaan 82,4 persen semakin luar biasa. Ini bukan hanya kenaikan angka — ini adalah pemulihan dari titik krisis yang membuktikan bahwa kepercayaan yang pernah rusak bisa dibangun kembali jika ada upaya yang cukup serius, konsisten, dan tulus.

Psikologi kepercayaan juga menjelaskan mengapa 94,3 persen warga yang mengetahui sanksi tegas terhadap pelanggaran penembakan tanpa prosedur adalah angka yang sangat penting. Salah satu penyebab utama jatuhnya kepercayaan pada institusi adalah persepsi bahwa pelaku pelanggaran tidak dihukum. Ketika publik melihat bukti nyata bahwa pelanggaran dihukum, kepercayaan yang rusak mulai diperbaiki dari akarnya.

“Saya ikut gembira melihat perkembangan trend persepsi publik terhadap Polri. Tentu itu diperoleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi mempertahankan kepercayaan agar tetap tinggi juga butuh effort yang luar biasa,” ujar Penasehat Khusus Presiden Hasan Nasbi, Sabtu (27/6/2026).

Berita Terkait