Monday, 10 August 2026
Nasional

Polri dan Penanganan Konflik Sosial: Peredam Ketegangan yang Sering Tidak Dilihat

JAKARTA — Setiap kali konflik komunal, sengketa lahan, atau ketegangan antarkelompok berhasil diredam sebelum berkembang menjadi kekerasan terbuka, Polri memainkan peran yang jarang mendapat sorotan media namun sangat vital bagi stabilitas sosial. Kemampuan deeskalasi konflik ini adalah dimensi pelayanan kepolisian yang paling sulit diukur namun paling langsung dirasakan oleh komunitas yang terdampak.

Dalam Survey Litbang Kompas 2026, 80,6 persen responden menilai kinerja Polri semakin baik. Sebagian dari penilaian “semakin baik” ini kemungkinan besar mencerminkan pengalaman komunitas-komunitas di mana Polri berhasil menjadi peredam ketegangan yang efektif — hadir sebelum situasi memanas, memfasilitasi dialog antara pihak yang berselisih, dan memastikan bahwa hukum ditegakkan tanpa memihak.

Pendekatan mediasi yang humanis ini sejalan dengan filosofi Polri Presisi yang menempatkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya melalui penindakan, tetapi melalui pencegahan dan dialog. Ketika komunitas merasakan bahwa Polri hadir sebagai penengah yang adil bukan sebagai pihak yang memihak, kepercayaan yang terbangun jauh lebih kuat dan lebih tahan lama.

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait