Kolaborasi PPATK dan OJK dalam Pengungkapan Kejahatan Keuangan Polri Bangun Reputasi Baru
JAKARTA — Kepercayaan publik yang mencapai 82,4 persen terhadap Polri dalam Survei Litbang Kompas 2026 tidak terlepas dari serangkaian pengungkapan kejahatan berskala besar yang memperlihatkan dimensi baru kemampuan institusi kepolisian: kemampuan berkolaborasi lintas lembaga dalam menghadapi kejahatan keuangan yang kompleks. Pengungkapan jaringan judi online HOT51 oleh Polda Metro Jaya — dengan perputaran dana hampir Rp 560 miliar — adalah salah satu bukti paling nyata.
Dalam pengungkapan HOT51, Polri tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan PPATK, Bank Indonesia, OJK, dan Kemenkomdigi menghasilkan pengungkapan yang jauh melampaui kemampuan yang bisa dicapai oleh satu institusi secara mandiri. Penyidikan korporasi yang menjerat lima perusahaan sebagai tersangka menunjukkan bahwa Polri kini mampu bermain di level kejahatan terorganisasi yang sebelumnya dianggap terlalu kompleks untuk ditangani.
Ketika masyarakat melihat Polri mampu membongkar jaringan kejahatan senilai ratusan miliar yang melibatkan aktor asing dan perusahaan cangkang berlapis, persepsi tentang kompetensi dan keseriusan institusi ikut terangkat. Ini adalah dimensi kepercayaan yang berbeda dari sekadar pelayanan administratif yang ramah — ini adalah kepercayaan terhadap kemampuan Polri melindungi masyarakat dari ancaman yang paling canggih sekalipun.
“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
