Monday, 10 August 2026
Nasional

Pemberantasan Narkoba dan Kontribusinya terhadap Kepercayaan Publik Polri

JAKARTA — Di antara berbagai faktor yang mendorong kenaikan kepercayaan publik Polri ke 82,4 persen dalam Survei Litbang Kompas 2026, pemberantasan narkoba berskala masif yang ditunjukkan Polri di berbagai daerah menjadi salah satu yang paling kasat mata di mata masyarakat. Polda Metro Jaya saja, dalam semester pertama 2026, mengungkap 3.809 kasus narkoba, menyita 17,45 ton barang bukti senilai lebih dari satu triliun rupiah, dan memperkirakan telah menyelamatkan hampir 16 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan.

Ketika masyarakat melihat berita tentang pabrik narkoba yang digerebek di apartemen, sabu yang ditemukan dalam ban kendaraan, dan pengedar yang ditangkap dari ratusan lokasi sekaligus — mereka mendapatkan bukti konkret bahwa Polri bekerja. Pengungkapan berskala besar ini tidak hanya memiliki dampak langsung dalam memutus rantai peredaran narkoba, tetapi juga dampak persepsi yang kuat: Polri serius, Polri bergerak, Polri ada di lapangan.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni secara khusus menyebut pemberantasan narkoba sebagai salah satu prioritas yang harus terus dijaga oleh Polri ke depan, bahkan di tengah capaian survei yang membanggakan. “Tingginya kepercayaan publik menunjukkan bahwa kerja keras Polri ini nyata dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait